
Kulon Progo – Pesantren Makarimul Qur’an mengadakan pelatihan Cazhcard bagi para asatidz dari seluruh instansi Pesantren Mumtaza pada Kamis malam, 20 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 20.00 hingga 23.00 WIB tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kemampuan para asatidz dalam mengelola dan menginput data santri melalui sistem digital yang baru diterapkan di lingkungan Pesantren Makarimul Qur’an.
Pelatihan Cazhcard Pesantren Makarimul Qur’an dilaksanakan sebagai respons terhadap masih ditemukannya kendala dalam proses penginputan data pembelajaran santri. Kesalahan dan miskomunikasi dalam memasukkan data menyebabkan sejumlah informasi penting belum tercatat secara lengkap dalam sistem. Karena itu, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Pesantren Makarimul Qur’an untuk meningkatkan ketelitian dan keseragaman dalam pengelolaan data pendidikan.
Dalam pelatihan Pesantren Makarimul Qur’an tersebut, para peserta mendapatkan penjelasan mengenai sejumlah hal penting dalam penggunaan sistem. Materi yang ditekankan meliputi penginputan nilai ujian yang akan digunakan sebagai bahan rapor, proses perpindahan kelas, pencatatan prestasi santri, serta berbagai data lain yang berkaitan dengan administrasi dan perkembangan pendidikan santri.
Pelatihan yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam tersebut berjalan dengan kondusif. Peserta mengikuti materi hingga selesai, sementara konsumsi yang disiapkan oleh para ustazah turut mendukung jalannya kegiatan agar para asatidz tetap dapat mengikuti pelatihan dengan fokus hingga malam hari.
Bagi Pesantren Makarimul Qur’an, pelatihan Cazhcard ini juga menjadi langkah untuk membantu para asatidz yang masih beradaptasi dengan sistem digital baru. Penguasaan terhadap sistem tersebut diharapkan dapat mempermudah proses pengelolaan data sekaligus meminimalkan kesalahan dalam pencatatan informasi penting mengenai para santri.
Pesantren Makarimul Qur’an berharap pelatihan ini dapat menjadi wasilah bagi para asatidz untuk semakin terbiasa menggunakan teknologi dalam mendukung proses pendidikan. Dengan pengelolaan data yang lebih tertib dan akurat, berbagai informasi mengenai perkembangan santri diharapkan dapat terdokumentasi dengan lebih baik.
Sebagai penutup, kegiatan pelatihan Pesantren Makarimul Qur’an diakhiri dengan kabar gembira bagi para peserta bahwa pada keesokan paginya akan diadakan kegiatan piknik bersama. Kabar tersebut menjadi penutup yang mencairkan suasana setelah para asatidz mengikuti pelatihan hingga larut malam.
