Pesantren Makarimul Qur’an Kunjungi YAKETUNIS, Santri Belajar Memaknai Syukur dan Keterbatasan

Yogyakarta – Pesantren Makarimul Qur’an berkesempatan mengunjungi Yayasan Kesejahteraan Tunanetra Islam (YAKETUNIS) Yogyakarta pada Jumat, 22 Agustus 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan silaturahmi sekaligus memberikan pengalaman bagi para santri untuk mengenal lebih dekat kehidupan dan aktivitas para penyandang tunanetra.

Kedatangan Pesantren Makarimul Qur’an disambut dengan hangat oleh para pimpinan dan siswa YAKETUNIS. Suasana penyambutan semakin menarik ketika salah seorang anak tunanetra menampilkan permainan organ yang memukau di hadapan para santri. Penampilan tersebut menjadi salah satu momen yang memberikan kesan mendalam bagi para santri Pesantren Makarimul Qur’an.

Melalui kunjungan tersebut, Pesantren Makarimul Qur’an mengajak para santri untuk melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda. Pertemuan dengan para penyandang tunanetra menjadi kesempatan bagi para santri untuk kembali menyadari dan mensyukuri berbagai nikmat yang selama ini dimiliki, termasuk nikmat kesehatan dan kelengkapan anggota tubuh.

Salah satu pesan yang disampaikan dalam kunjungan Pesantren Makarimul Qur’an tersebut menjadi tamparan sekaligus bahan renungan bagi para santri. “Jangan hitung yang hilang, tapi hitunglah yang tersisa untuk memaksimalkan prestasi,” menjadi pesan yang menggambarkan bagaimana keterbatasan tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti berkembang dan berprestasi.

Bagi Pesantren Makarimul Qur’an, kunjungan ke YAKETUNIS tidak hanya menjadi kegiatan silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi para santri. Para santri diajak untuk tidak hanya melihat apa yang tidak dimiliki, tetapi juga menyadari berbagai nikmat yang masih ada dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

Melalui kegiatan tersebut, Pesantren Makarimul Qur’an berharap para santri dapat membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman kunjungan. Rasa syukur, kepedulian terhadap sesama, serta semangat untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki menjadi pelajaran yang diharapkan terus melekat dalam perjalanan pendidikan para santri.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top