
Kulon Progo – Pesantren Makarimul Qur’an menjadi tuan rumah kegiatan GEBER EMAS (Gerakan Bersama Edukasi Masyarakat) yang mengangkat tema pemilahan dan pengelolaan sampah pada Jumat, 28 Agustus 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB tersebut diikuti oleh seluruh santriwati Pesantren Makarimul Qur’an bersama sejumlah warga dan tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan GEBER EMAS di Pesantren Makarimul Qur’an menghadirkan Ketua RW setempat yang berperan sebagai Direktur Bank Sampah, serta istri Ketua RW selaku bagian pemasaran Bank Sampah. Sejumlah masyarakat juga turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung dengan suasana tenang dan kondusif tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, para santriwati Pesantren Makarimul Qur’an mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya. Sampah diperkenalkan ke dalam empat jenis utama, yaitu sampah organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu. Pemahaman mengenai jenis-jenis sampah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menentukan cara pengelolaan yang sesuai.
Materi GEBER EMAS yang disampaikan di Pesantren Makarimul Qur’an juga menekankan bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat merusak lingkungan, menimbulkan pencemaran, serta berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Karena itu, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak tertentu, tetapi membutuhkan partisipasi masyarakat secara bersama-sama.
Melalui edukasi yang diberikan dalam kegiatan GEBER EMAS, Pesantren Makarimul Qur’an mengajak para santriwati untuk memahami manfaat pengelolaan sampah dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih, asri, dan sehat. Pengelolaan sampah yang baik juga dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sehingga masa pakai TPA dapat menjadi lebih panjang.
Selain itu, kegiatan di Pesantren Makarimul Qur’an turut memberikan pemahaman mengenai dampak pengelolaan sampah terhadap lingkungan secara lebih luas. Pengurangan sampah yang membusuk di TPA dapat membantu mengurangi pelepasan gas metana, yang merupakan salah satu gas rumah kaca. Dengan demikian, pemilahan dan pengelolaan sampah menjadi langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dalam jangka panjang.
Pesantren Makarimul Qur’an dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan GEBER EMAS karena kepedulian para santri terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Sebelumnya, para santri Pesantren Makarimul Qur’an telah berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih jalan desa hingga lingkungan tersebut menjadi lebih bersih dan terawat. Kepedulian tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Pesantren Makarimul Qur’an terhadap masyarakat sekitar.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan GEBER EMAS selesai, Pesantren Makarimul Qur’an bersama para tamu dan masyarakat melakukan sesi foto bersama. Kegiatan tersebut menjadi penutup dari edukasi pemilahan sampah sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara Pesantren Makarimul Qur’an dan masyarakat sekitar dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Melalui kegiatan GEBER EMAS, Pesantren Makarimul Qur’an tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan edukasi masyarakat, tetapi juga turut mengambil peran dalam menumbuhkan kesadaran para santri terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Diharapkan pemahaman mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pesantren maupun di tengah masyarakat.
