
Batang, 14 September 2026 – Pesantren Makarimul Qur’an mengirimkan delegasi untuk mengikuti pelatihan wakaf yang bertempat di Pesantren Modern Tazakka, Batang, pada Senin, 14 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pesantren Makarimul Qur’an untuk memperluas wawasan mengenai pengelolaan wakaf dan perannya dalam perkembangan peradaban Islam.
Pada hari pertama pelatihan, delegasi Pesantren Makarimul Qur’an mendapatkan materi yang membahas perkembangan wakaf dari masa ke masa. Materi tersebut disampaikan oleh Dr. Mustafa Dasuki Kasbah dari Timur Tengah, yang memberikan pemahaman mengenai bagaimana wakaf mengalami perkembangan dari bentuk sedekah jariyah hingga menjadi salah satu instrumen yang dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Dalam materi yang diterima Pesantren Makarimul Qur’an, wakaf dijelaskan memiliki sejarah panjang dalam peradaban Islam. Pada masa awal, wakaf tidak hanya digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga berkembang menjadi institusi sosial yang mendukung berbagai kebutuhan umat.
Perkembangan tersebut terlihat dari pemanfaatan wakaf untuk berbagai fasilitas publik, seperti masjid, sekolah, perpustakaan, rumah sakit, penginapan, sumber air, hingga jalan dan jembatan. Hal ini menunjukkan bahwa wakaf dalam sejarah Islam memiliki peran yang luas dalam mendukung kehidupan masyarakat.
Hari pertama pelatihan juga memperkenalkan perubahan paradigma wakaf dari sekadar aset yang dimanfaatkan menjadi aset produktif. Dalam konsep tersebut, aset wakaf dapat dikelola dan dikembangkan untuk menghasilkan pendapatan, kemudian manfaatnya disalurkan kembali kepada masyarakat.
Bagi Pesantren Makarimul Qur’an, materi tersebut memberikan perspektif baru bahwa wakaf tidak hanya berkaitan dengan pemberian aset untuk kepentingan ibadah, tetapi juga dapat menjadi modal yang terus memberikan manfaat. Konsep tersebut kemudian berkembang hingga gagasan waqf corporate dan perpetual capital, yaitu wakaf sebagai modal abadi yang dijaga, dikembangkan, dan manfaatnya dapat dirasakan lintas generasi.
Melalui hari pertama pelatihan ini, Pesantren Makarimul Qur’an mulai mendapatkan gambaran mengenai perjalanan panjang wakaf dalam peradaban Islam sekaligus perkembangan paradigma wakaf di era modern. Pembelajaran tersebut menjadi bagian awal dari rangkaian pelatihan yang masih akan berlangsung pada hari-hari berikutnya.
Keikutsertaan Pesantren Makarimul Qur’an dalam pelatihan wakaf di Pesantren Modern Tazakka menjadi kesempatan untuk mempelajari bagaimana wakaf dapat dikelola secara lebih produktif dan berkelanjutan. Materi pada hari pertama menjadi pijakan awal bagi delegasi Pesantren Makarimul Qur’an untuk mengikuti rangkaian pembelajaran selanjutnya.

