BANJARNEGARA – Pesantren Mumtaza Banjarnegara kembali menancapkan taringnya di kancah nasional.

BANJARNEGARA – Pesantren Mumtaza Banjarnegara kembali menancapkan taringnya di kancah nasional. Melalui dedikasi tinggi dan kedisiplinan dalam berbahasa, dua santri berbakat Mumtaza berhasil menyabet gelar Juara 1 dalam ajang bergengsi Arabic World Festival yang diselenggarakan oleh Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta (28-29/04/2026).

Kabar membanggakan ini dilaporkan langsung oleh Al-Ustadz Alviano Yumna Hadida, S.Pd., selaku pembimbing yang mengawal langsung proses  dari perjuangan para santri hingga ke podium tertinggi.

Dominasi di Dua Cabang Utama

Prestasi gemilang ini diraih dalam dua kategori yang menuntut penguasaan bahasa dan retorika tingkat tinggi:

Farel Bagus Prakoso (Kelas 5 KMI) Berhasil meraih Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Arab. Dengan retorika yang memukau dan artikulasi yang fasih, Farel mampu menyisihkan peserta dari berbagai sekolah dan pesantren ternama di seluruh Indonesia.

Farros Tholib Musyaffa (Kelas 5 KMI) Berhasil meraih Juara 1 Lomba Taqdimul Qissoh (Storytelling Bahasa Arab). Farros memikat hati para juri melalui kepiawaiannya bercerita, menggabungkan intonasi yang pas dengan ekspresi yang menghidupkan narasi dalam bahasa Arab.

Lebih dari Sekadar Kemenangan

Kemenangan ini bukan sekadar tentang piala dan sertifikat. Bagi Pondok Pesantren Mumtaza Banjarnegara, prestasi ini adalah bukti nyata keberhasilan kurikulum pengajaran Bahasa Arab di lembaga ini berjalan dengan baik dan  diterapkan secara disiplin. Serta kesungguhan para santri dalam latihan untuk mempersiapkan lomba yang bergengsi ini.

“Ini adalah buah dari kesabaran dalam berproses serta keberanian untuk tampil. Kami tidak hanya mengajarkan santri untuk paham bahasa Arab saja, akan tetapi bahasa Arab ini sebagai syiar pondok untuk masyarakat luas,” ujar Ustadz Alviano dalam laporannya.

Inspirasi bagi Santri Lain
Keberhasilan Farel dan Farros diharapkan menjadi pelecut semangat bagi seluruh santri di Di Pondok Pesantren Mumtaza Banjarnegara. Di tengah arus modernisasi, para santri membuktikan bahwa penguasaan bahasa asing khususnya bahasa Al-Qur’an adalah modal utama untuk menjadi individu yang unggul dan kompetitif.Pencapaian ini mempertegas posisi Pondok Pesantren Mumtaza sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen mencetak Ulama Faqih yang berwawasan luas dan memiliki keunggulan penguasaan Bahasa Arab.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top